Kalkulator Pembagian Bersusun
Kalkulator pembagian bersusun online yang menampilkan susunan tertulis langkah demi langkah, lengkap dengan sisa, desimal, angka berulang, dan keterbagian.
0 berhenti pada hasil bagi bulat beserta sisanya.
- Hasil bagi dan sisa
- –
- Hasil desimal
- –
- Tempat desimal
- –
Pemeriksaan
Pembagian tertulis
Pembagian ini terlalu panjang untuk digambar dengan rapi (lebih dari 90 kolom atau pembagi di atas 30 digit). Hasil di atas tetap eksak.
Langkah demi langkah
Catatan keterbagian
Cara memakai kalkulator pembagian bersusun
- Ketik Bilangan yang dibagi dan Pembagi. Bilangan bulat dengan panjang berapa pun bisa dipakai, begitu pula desimal seperti 12,5 atau 0,25 dan bilangan negatif.
- Pilih banyaknya Tempat desimal. Dengan 0, pembagian berhenti pada hasil bagi bulat dan memberikan sisa, seperti di sekolah dasar. Dengan 2, 5, atau sampai 50, nol ditambahkan setelah koma dan pembagian berlanjut sampai sisanya 0 atau tempat desimalnya sudah tertulis.
- Pilih Tata letak: Porogapit gaya AS (pembagi di kiri) atau Potence Prancis (pembagi di kanan). Hilangkan centang Tulis pengurangannya untuk menampilkan sisa-sisanya saja, seperti yang dilakukan banyak siswa di Eropa setelah mahir.
- Hasil diperbarui saat Anda mengetik (atau klik Bagi). Anda mendapatkan Hasil bagi dan sisa, Hasil desimal yang eksak dengan blok berulang dalam tanda kurung, nilai yang dibulatkan ke jumlah tempat Anda, dan baris Pemeriksaan yang mengalikan kembali.
- Di bawahnya, pembagian tertulis digambar angka demi angka, daftar Langkah demi langkah menjelaskan setiap gerakan dengan kata-kata, dan Catatan keterbagian menerapkan uji klasik pada bilangan yang dibagi. Salin tata letak sebagai teks menyalin gambarnya untuk pesan atau dokumen.
Cara kerja pembagian bersusun
Pembagian bersusun memecah pembagian besar menjadi pembagian kecil yang bisa dikerjakan di kepala. Ambil angka-angka pertama dari bilangan yang dibagi yang membentuk bilangan paling sedikit sebesar pembagi, lalu tanyakan berapa kali pembagi muat di dalamnya: itulah angka pertama hasil bagi. Kalikan, kurangkan, lalu turunkan angka berikutnya di samping sisanya. Ulangi sampai semua angka terpakai. Untuk 125 ÷ 3: 12 ÷ 3 = 4 (12 − 12 = 0), turunkan 5, 5 ÷ 3 = 1 (5 − 3 = 2). Jawabannya 41 sisa 2, dan memang 3 × 41 + 2 = 125.
Untuk melewati koma, tulis koma pada hasil bagi, tambahkan 0 pada sisa dan teruskan membagi: 20 ÷ 3 = 6 sisa 2, berulang terus, sehingga 125 ÷ 3 = 41,666… Kalkulator ini menyadari ketika sebuah sisa muncul kembali: sejak saat itu angka-angkanya berulang tanpa henti, dan blok yang berulang ditandai (digaris bawahi pada tata letak, dalam tanda kurung pada hasil, mis. 41,(6)).
Jika pembagi memiliki desimal, alat ini lebih dulu menggeser koma pada kedua bilangan sebanyak tempat yang sama, yang tidak mengubah hasil bagi: 12,5 ÷ 0,25 menjadi 1250 ÷ 25 = 50.
Dua cara menuliskannya
Di Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, pembagi berada di sebelah kiri tanda kurung, bilangan yang dibagi di bawah garis, dan hasil bagi di atas, setiap angka tepat di atas kolomnya. Cara ini dikenal di sekolah-sekolah Indonesia sebagai porogapit. Di Prancis, Belgia, sekolah-sekolah Quebec, dan sebagian besar Eropa, “potence” menaruh bilangan yang dibagi di kiri, pembagi di kanan sebuah garis vertikal, dan hasil bagi di bawah pembagi. Hitungannya sama persis; hanya penempatannya yang berbeda.
Sisa, bilangan negatif, dan keterbagian
Dengan bilangan negatif, pembagian dikerjakan pada nilai mutlaknya dan tandanya diterapkan setelahnya. Sisa yang ditampilkan memiliki tanda yang sama dengan bilangan yang dibagi (−17 ÷ 5 = −3 sisa −2), seperti pada kebanyakan kalkulator dan bahasa pemrograman; catatan juga memberikan bentuk Euclid, di mana sisanya tidak pernah negatif (−4 sisa 3).
Pecahan dalam bentuk paling sederhana memiliki desimal berhenti hanya jika penyebutnya tidak memiliki faktor prima selain 2 dan 5; jika tidak, desimalnya berulang. Untuk bilangan bulat yang dibagi, catatan menerapkan uji cepat: angka terakhir untuk 2, 5, dan 10, dua angka terakhir untuk 4, tiga angka terakhir untuk 8, jumlah angka untuk 3 dan 9, 2 dan 3 sekaligus untuk 6, dan jumlah angka berselang-seling untuk 11.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa arti “sisa” dalam jawaban pembagian bersusun?
Sisa adalah bagian yang tersisa: 125 ÷ 3 = 41 sisa 2 berarti 3 masuk ke dalam 125 sebanyak empat puluh satu kali dengan sisa 2. Jika ditulis sebagai pecahan campuran, hasilnya 41 2/3.
Berapa tempat desimal yang sebaiknya saya pilih?
Untuk pekerjaan rumah, ikuti permintaan soalnya, sering kali 2. Nilai yang dibulatkan mengikuti aturan biasa (5 ke atas dibulatkan naik), sedangkan susunan tertulis menampilkan angka-angka yang sudah diperoleh, tanpa pembulatan.
Bisakah alat ini membagi bilangan yang sangat besar?
Bisa. Aritmetikanya memakai bilangan bulat besar yang eksak, sehingga bilangan 100 digit menghasilkan hasil bagi dan sisa yang eksak. Susunan tertulis digambar sampai sekitar 90 kolom; di atas itu, hanya hasilnya yang ditampilkan.
Mengapa jawabannya menampilkan tanda kurung, seperti 0,(3)?
Tanda kurung menandai blok yang berulang: 0,(3) berarti 0,333… tanpa henti dan 3,(142857) berarti 3,142857142857… Sebagian buku pelajaran menggambar garis di atas angka-angka itu sebagai gantinya.
Mengapa pembagi dikalikan 10, 100…?
Membagi dengan bilangan bulat lebih mudah ditulis. Mengalikan kedua bilangan dengan pangkat sepuluh yang sama tidak mengubah hasil bagi, itulah sebabnya 1,2 ÷ 0,4 dan 12 ÷ 4 sama-sama menghasilkan 3.
Alat terkait
- Konverter Pecahan ke Desimal Ubah pecahan menjadi desimal dan desimal menjadi pecahan, termasuk desimal berulang seperti 0,(3) = 1/3, lengkap dengan langkah porogapit dan aljabar.
- Kalkulator FPB dan KPK Cari FPB dan KPK dari dua bilangan atau lebih, lengkap dengan algoritma Euclid, faktorisasi prima, dan langkah KPK dari FPB. Gratis dan online.
- Generator Lembar Kerja Matematika Buat lembar kerja matematika gratis untuk penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Atur rentang bilangan, cetak atau unduh PDF dengan kunci jawaban.