Utilia

Kalkulator Diskon

Hitung harga setelah diskon dan jumlah yang Anda hemat dari satu atau beberapa diskon persen bertingkat, potongan kupon, dan PPN atau pajak penjualan.

Hasil ini hanya estimasi untuk informasi, bukan saran keuangan. Konsultasikan dengan profesional sebelum mengambil keputusan.

Harga setelah diskon
–
Anda hemat
–
Total diskon
–
Harga dengan pajak
–
Rincian tiap diskon
Diskon Penghematan Harga setelahnya
Cara perhitungannya

Cara menggunakan kalkulator diskon

  1. Masukkan Harga asli barang.
  2. Ketik Diskon (%), misalnya 25 untuk “diskon 25%”.
  3. Jika ada potongan kedua atau ketiga (misalnya “diskon tambahan 10% di kasir” atau diskon anggota), isi Diskon kedua (%) dan Diskon ketiga (%). Kosongkan jika tidak ada.
  4. Untuk kupon dengan nilai tetap, masukkan Potongan nominal (kupon) lalu pilih apakah Terapkan potongan nominal Setelah diskon persentase atau Sebelum diskon persentase.
  5. Jika perlu, masukkan PPN atau pajak penjualan (%) untuk melihat harga yang akan Anda bayar di kasir, dan pilih Mata uang. Pada halaman berbahasa Indonesia, pilihan bawaannya adalah rupiah (IDR).

Harga setelah diskon, jumlah yang Anda hemat, Total diskon dalam persen dari harga asli, dan Harga dengan pajak diperbarui saat Anda mengetik. Tabel Rincian tiap diskon menunjukkan penghematan dan harga setelah setiap potongan, sedangkan Cara perhitungannya menampilkan rumusnya. Klik Salin untuk menempelkan hasilnya di tempat lain.

Perhitungan berjalan di browser Anda. Apa pun yang Anda masukkan tidak dikirim ke server.

Rumus untuk satu diskon

Untuk harga P dan diskon d%:

  • penghematan = P × d / 100
  • harga setelah diskon = P × (1 − d / 100)

Contoh: diskon 25% untuk barang seharga 80.000 menghemat 20.000, sehingga harga akhirnya 60.000. Setiap langkah dibulatkan ke satuan terkecil mata uang, seperti pada mesin kasir.

Mengapa 20% + 10% bukan 30%

Diskon bertingkat bersifat berurutan: persentase kedua dikenakan pada harga yang sudah turun, bukan pada harga asli. Dengan diskon 20% lalu 10% untuk barang seharga 80:

  • 80 × (1 − 0,20) = 64
  • 64 × (1 − 0,10) = 57,60

Anda menghemat 22,40, yaitu 28%, bukan 30%. Persentase gabungan dari beberapa diskon adalah:

total = 1 − (1 − d₁) × (1 − d₂) × (1 − d₃)

Dua diskon 50% menghasilkan potongan 75%, bukan barang gratis. Urutan persentase tidak memengaruhi hasil. Saat beberapa persentase diisi, sebuah pesan di bawah kolom membandingkan jumlah sederhananya dengan total sebenarnya.

Kupon nominal: urutan berpengaruh

Potongan dengan nilai tetap bekerja berbeda. Misalnya potongan 10 dan diskon 20% + 10% untuk barang seharga 80:

  • Setelah diskon persentase: 57,60 − 10 = 47,60.
  • Sebelum diskon persentase: (80 − 10) × 0,8 × 0,9 = 50,40.

Memotong nominal belakangan lebih menguntungkan pembeli. Toko yang menentukan urutan mana yang dipakai, jadi periksa syarat dan ketentuan promonya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana cara mencari persentase diskon dari dua harga?

Bagi penghematan dengan harga asli: (80 − 60) / 80 = 25%. Anda juga bisa mencoba beberapa nilai di kolom Diskon (%) sampai harga akhirnya cocok.

Apakah pajak dihitung sebelum atau sesudah diskon?

Umumnya pajak (di Indonesia PPN) dihitung dari harga setelah diskon toko, tetapi aturannya bergantung pada negara dan jenis promo. Kupon dari produsen dan voucher tertentu bisa diperlakukan berbeda, jadi struk Anda bisa sedikit berlainan.

Mengapa penghematan saya berbeda sedikit dari hitungan toko?

Alat ini membulatkan setiap langkah. Sebagian toko membulatkan hanya di akhir, atau membulatkan per barang pada struk yang berisi banyak barang, sehingga total bisa bergeser sedikit.

Bisakah dipakai untuk kenaikan harga?

Tidak secara langsung: diskon tidak bisa melebihi 100%. Untuk kenaikan harga, gunakan kalkulator persentase.

Apakah alat ini memberi nasihat keuangan?

Tidak. Alat ini hanya melakukan perhitungan dari angka yang Anda masukkan. Harga yang Anda bayar adalah harga yang tertera di struk.