Generator Redirect .htaccess Online
Buat redirect 301 dan 302 untuk .htaccess atau Nginx, paksa HTTPS dan www, pindahkan domain, rapikan garis miring, plus cek loop dan rantai redirect.
Cadangkan konfigurasi Anda saat ini terlebih dahulu, dan uji dengan 302 sebelum beralih ke 301: browser menyimpan redirect permanen di cache.
Pemeriksaan
Tidak ada masalah.
Cara memakai generator redirect .htaccess
- Pilih Server Anda: Apache (.htaccess) atau Nginx, lalu Jenis redirect: 301 – permanen atau 302 – sementara.
- Di Redirect halaman, tulis satu redirect per baris: path lama, spasi, lalu URL baru, misalnya
/halaman-lama.html /halaman-baru/. Tab, koma, atau->juga berfungsi, dan Anda bisa menempel URL lama lengkap atau barisRedirect 301 /a /byang sudah ada. - Jika perlu, isi Domain Anda (opsional) (misalnya
example.com) agar redirect halaman langsung menuju alamat akhir. - Di Alamat kanonis, centang Paksa HTTPS dan pilih Paksa www, Hapus www, atau Biarkan www apa adanya. Di Garis miring di akhir, pilih apakah ditambahkan atau dihapus.
- Jika seluruh situs pindah, isi Pindahkan seluruh domain dengan Domain lama dan Alamat baru (URL absolut), dan biarkan Pertahankan path tercentang agar setiap halaman mendarat di padanannya.
- Baca Pemeriksaan, lalu Salin atau Unduh aturannya. Gunakan Muat contoh untuk melihat konfigurasi lengkap.
Semuanya berjalan di browser Anda: alat ini hanya menghasilkan teks, dan domain serta path yang Anda masukkan tidak dikirim ke server.
Cara kerja aturan yang dihasilkan
Untuk Apache, alat ini menulis aturan mod_rewrite, diawali satu RewriteEngine On. Setiap halaman menjadi RewriteRule dengan pola yang diawali ^/?, sehingga berfungsi baik di file .htaccess (tempat garis miring awal dihapus) maupun di blok <VirtualHost>. Titik, kurung siku, tanda plus, dan karakter ekspresi reguler lain pada path Anda di-escape, dan spasi menjadi \x20. Pada URL baru, $ dan % di-escape karena Apache akan membacanya sebagai back-reference, dan flag NE mencegah Apache meng-enkode URL untuk kedua kalinya.
RewriteRule tidak pernah melihat query string. Jika alamat lama memuatnya, seperti /produk.php?id=42, alat ini menambahkan baris RewriteCond %{QUERY_STRING} ^id=42$ dan flag QSD, sehingga parameter lama dibuang dan tidak disalin ke halaman baru.
Aturan diurutkan untuk menghindari lompatan yang tidak perlu: pemindahan domain lebih dulu, lalu redirect halaman, lalu garis miring di akhir, kemudian HTTPS dan www. HTTPS dan www ditangani satu aturan, sehingga http://www.example.com menuju https://example.com dalam satu redirect. Jika domain Anda diketahui, redirect halaman dan garis miring sudah menunjuk ke alamat HTTPS akhir.
Untuk Nginx, HTTPS, www, dan pemindahan domain menjadi blok server terpisah dengan return 301, sedangkan redirect halaman menjadi baris rewrite yang ditempel di dalam blok server utama Anda. Baris ini berjalan sebelum pencocokan location, sehingga juga lebih diutamakan daripada aturan garis miring di akhir. Tanda ? di ujung target mencegah Nginx menambahkan query string lama saat tidak diperlukan.
Pemeriksaan yang dilakukan
- Halaman yang dialihkan ke dirinya sendiri, atau dua halaman yang saling mengalihkan (loop yang berakhir dengan “too many redirects”).
- Rantai seperti A → B → C: arahkan A langsung ke C, karena setiap lompatan tambahan memperlambat pengunjung dan memboroskan crawl budget.
- Alamat lama yang sama tercantum dua kali, padahal hanya aturan pertama yang berlaku.
- Target yang bukan URL absolut maupun path berawalan
/, atau targethttp://atau www yang salah pada domain Anda sendiri. - Pengaturan garis miring di akhir yang akan mengalihkan target sekali lagi atau mengembalikannya ke sumbernya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Sebaiknya pakai 301 atau 302?
Gunakan 301 jika perpindahan bersifat permanen: mesin pencari mengalihkan sinyal halaman lama ke halaman baru dan memperbarui indeksnya. Gunakan 302 untuk perubahan sementara seperti pemeliharaan atau kampanye singkat. Browser menyimpan redirect 301 di cache, jadi uji dulu dengan 302.
Di mana saya menaruh file .htaccess?
Di folder root situs (sering bernama public_html atau www), bersebelahan dengan index.php atau index.html. File unduhan bernama htaccess.txt; ganti namanya menjadi .htaccess, atau tempel aturannya di bagian atas file Anda yang sudah ada. Simpan cadangan file aslinya.
Mengapa memakai RewriteRule, bukan Redirect 301?
Baris Redirect berasal dari mod_alias dan berjalan pada fase yang berbeda dari RewriteRule. Mencampur keduanya dalam satu file membuat urutannya sulit diprediksi. Hanya memakai mod_rewrite menjaga semua aturan dalam satu urutan yang dapat diprediksi dan memungkinkan query string dicocokkan.
Situs saya menampilkan “too many redirects” setelah memaksa HTTPS. Mengapa?
Di balik load balancer, CDN, atau proxy yang menangani HTTPS, Apache melihat setiap permintaan sebagai HTTP biasa, sehingga %{HTTPS} selalu mati. Dalam kasus itu, uji header yang diteruskan, misalnya RewriteCond %{HTTP:X-Forwarded-Proto} !https, atau aktifkan redirect di CDN.
Apakah alat ini mengubah server saya?
Tidak. Alat ini hanya menghasilkan teks di browser Anda. Tidak ada yang dikirim ke mana pun, dan Anda tetap mengendalikan di mana dan bagaimana aturan dipasang.
Alat terkait
- Generator Robots.txt Online Buat file robots.txt yang valid dengan grup user-agent, aturan Allow dan Disallow, sitemap, dan crawl-delay, lengkap dengan cek kesalahan umum.
- Generator Tag Hreflang Online Buat tag hreflang untuk halaman multibahasa sebagai tag link HTML, entri sitemap XML, atau header HTTP Link, lengkap dengan cek kode ISO dan timbal balik.
- Generator Meta Tag SEO Online Generator meta tag gratis untuk title, meta description, URL kanonis, robots, dan viewport, dengan cek panjang karakter dan HTML yang di-escape dengan benar.
- URL Encoder dan Decoder URL encoder dan decoder gratis. Encode parameter query atau URL lengkap, decode urutan %XX, dan tangani + sebagai spasi. Berjalan di browser Anda.